Mengurus Beasiswa ADS
December 22nd, 2006 by Anton RahmadiBerikut adalah pengalaman pribadi saya mengurus beasiswa ADS tahun 2006.
1. Kelengkapan
Ijasah bahasa Indonesia
Transkrip bahasa Indonesia
Salinan ijasah bahasa Inggris
Salinan transkrip bahasa Inggris
Korespondensi email awal dengan pembimbing (opsional, tapi sangat
penting ada)
Akte kelahiran
Salinan akte kelahiran bahasa Inggris (harus dari translator dibawah
sumpah)
Rancangan penelitian (dalam bahasa Inggris)
SK Pegawai negeri
Kartu Pegawai negeri
TOEFL Score minimal 500 (TOEFL reguler di balai bahasa diakui)
Form isian dalam bahasa Inggris
Semuanya harus legalisir penggandaan 4x
Form isian memuat izin dari Dekan dan Rektor (atau dapat diwakilkan)
Biaya korespondensi email/internet, penggandaan, legalisir, translasi,
dan pengiriman ditanggung sendiri.
Sebaiknya persiapkan mulai 1 bulan sebelum batas akhir.
2. Wawancara
Pra Wawancara:
Jangan tunggu surat panggilan lulus seleksi administrasi,
korenspondensi terus selama waktu tunggu tersebut.
Wawancara:
Lokasi wawancara TIDAK menentukan lulus/tidaknya
Jilbab dan jenggot tidak menentukan lulus atau tidaknya (ini penting
karena banyak yang mis-presepsi)
Wawancara tidak mesti bahasa Inggris.
Siapkan printout komunikasi dengan calon pembimbing
Tunjukkan bahwa kita siap: eg. Sudah baca jurnal, bekerja di
laboratorium, mengikuti pelatihan yang berkaitan, mengenal definisi
umum tentang bidang yang diminati, tunjukkan bahwa Universitas sangat
membutuhkan tenaga dibidang tersebut
Jangan melenceng jauh dari pendidikan sebelumnya
Tes bahasa Inggris lagi (kalau ADS IELTS), nilai minimal:
TOEFL 550
IELTS 6.5 rata-rata (tidak ada satupun nilai di bawah 6.0)
3. Kursus Bahasa
Kursus bahasa dibagi menjadi 5 kategori:
IELTS 5.0 9 bulan
IELTS 5.5 6 bulan
IELTS 6.0 3 bulan
IELTS 6.5 2 bulan
IELTS > 6.5 6 minggu (lulus tidak IELTS lagi)
Semua selain yang 6 minggu harus tes IELTS diakhir kursus
Apabila syarat:
IELTS 6.5 rata-rata (tidak ada satupun nilai di bawah 6.0)
tidak terpenuhi, maka harus mengulan maksimal 2 minggu berikutnya
dengan biaya sendiri. Jika tetap gagal harus kursus dengan biaya sendiri.
Oh ya karena kursusnya di Jakarta/Bali kalau minta uang ke Univ/Fak
paling-paling dikasi sebanyak ongkos berangkat saja.
4. Mengurus Passport
Persyaratan:
a. SK PNS terakhir
b. Surat rekomendasi dari dekan
c. Karpeg
d. DP3 (cari di kepegawaian Fak/Univ)
e. Panggilan beasiswa dan offering letter dari universitas
f. Surat tanda lulus kursus bahasa
Bawa ke rektorat lt 3 bagian kerjasama / sebelah ruang PR 4
g. Surat ijin rektor
h. Surat perjanjian dengan rektor
i. Surat perjanjian (format standar Kantor Luar Negeri Depdiknas)
j. Surat jalan ke Dirjen Ketenagaan DIKTI (Wisma Aldiron, Gatot
Subroto, Jakarta)
k. Surat jalan ke Kantor Luar Negeri Depdiknas (Gedung C Lt 4,
Depdiknas, Jendral Sudirman, Jakarta)
8 rangkap biaya sendiri
Ongkos kerja Rp. 50.000,00
Kalau mau kirim:
A. DIKTI
1 rangkap surat2 tersebut
ditambah
Ijasah bahasa Indonesia
Transkrip bahasa Indonesia
Salinan ijasah bahasa Inggris
Salinan transkrip bahasa Inggris
Daftar Riwayat Hidup (form A DIKTI, ditandatangani dekan)
dikirim ke:
Dirjen Ketenagaan Perguruan Tinggi
DIKTI, Wisma Aldiron Lt 3
Jalan Gatot Subroto Kav. 32 Jakarta
B. KLN
1 rangkap surat2 tersebut
ditambah
- Daftar Riwayat Hidup (form A DIKTI, ditandatangani dekan)
- Foto 4×6 berwarna latar belakang putih, mengenakan dasi dan jas 6
rangkap diberi nama/instansi
- tanda terima surat dari DIKTI (kontak dgn Bpk. Sutarno Dirjen
Ketenagaan Perguruan Tinggi, no telp. gak hapal)
Ongkos kerja Rp. 250.000,00
dikirim ke:
Biro Kerjasama Luar Negeri
Gedung C Lt. 4
Departemen Pendidikan Nasional
Jalan Jendral Sudirman, Senayan, Jakarta
Semua ini untuk 1 dokumen saja, Passport.
5. Visa
Visa diberikan oleh ADS dikembalikan saat kursus.
Biaya tidak dicover: cek kesehatan sekitar Rp. 300.000,00 di Rumah
sakit MMC Jakarta / dokter yang ditunjuk. Minimal 3 bulan sebelum
keberangkatan (cek kesehatan harus melampirkan data X-ray abdomen), formulir untuk cek kesehatan dapat dimintakan ke ADS atau Kedutaan.
6. Kontrak beasiswa
Kontrak beasiswa dikirim kembali ke ADS setelah ditandatangani dan
disaksikan (tanda tangan) oleh minimal dekan.
7. Pra keberangkatan
Siapkan bekal uang secukupnya (sekitar A$ 500) untuk pengeluaran awal
Jangan sekali-sekali bercanda tentang:
a. menyembunyikan barang yang tidak diperbolehkan. Denda A$ 1000
b. tidak kooperatif dengan imigrasi negara lain
c. bercanda hal yang tabu: teroris, bom, dsj.
d. berhati-hati untuk mengkritik pada tempatnya (bukan menghujat)
Soal biaya keberangkatan ke bandara Internasional terdekat
(Jakarta/Bali) ditanggung sendiri. Kalau minta bantuan keberangkatan ke Universitas sepertinya tidak bakalan dapat saat ini (sekali lagi pengalaman pribadi lho).
8. Masalah keluarga
Australia tidak lagi memberikan gratis keluarga boleh ikut belajar.
Harus memiliki bukti rekening/simpanan sebanyak minimal 60 juta rp.
untuk 1 istri 2 anak selama minimal 3 bulan.
9. Biaya awal
a. kontrak rumah antara A$ 100 - A$ 140 per minggu
b. biaya ikat kontrak rumah 6x biaya kontrak
c. biaya listrik/telepon
d. biaya asuransi kesehatan: sendiri A$ 300/th keluarga A$ 450/th
e. biaya mengisi kamar sekitar A$ 1000
f. biaya buku2 wajib dan komputer sekitar A$ 1500
Semua ini bisa dicover dengan layak dari establishment cost yang
diberikan.
Demikian pengalaman yang bisa di share
Posted in General |